Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Biography Of Blaise Pascal

Blaise Pascal (1623 1662 AD).

blaise pascal biographyWas born in Clermont Ferrand on 19 June 1623. Her father Etienne Pascal, a royal adviser and later president of the Court of Aids at Clermont. His mother died when he was 3 years old, leaving him and his two sisters,Gilberte and Jacqueline. In 1631 his family moved to Paris.
Since the age of 12 years, he has invited his father to attend regular gatheringsmathematical discussion. His father taught him the language, especially Latin andGreek, but not mathematics. His father accidentally skip math lesson to Pascal solely toprovoke curiosity of the child. Pascal He experimented with geometric forms, and found the standard geometry formulas and give the name of the formula with his own name.
In 1640 the Pascal family moved to Rouen. At that time, he still taught by his father, Blaise worked with such intensity that his own health deteriorated. His labor was in vain, he finally found a beautiful theorems in geometry.

Sometimes he called the theorem as a "mystic hexagram" a theorem about the intersection between the line of equality. Not a theorem which simply calculates the balance of form, but, more fundamentally and importantly, the time it had neverdeveloped into a branch of mathematics - geometry projection. Pascal then set to workon a book, Essay on Conics, which finished in 1640, where the mystic hexagram wasthe main, that several hundred propositions on the cone, as well as the work of Apollonius, was remarkable not only because he is still very young (16 years) but also because of its tangens elements.

Major Ideas Of Blaise Pascal:
  • The weakness of human reason leads to ultimate, complete skepticism.
  • The misery of man without God is the ordinary human condition.
  • Scientific knowledge cannot provide happiness.
  • There is the need for grace to be moral and happy.
  • It is the nature of science that it is at best only hypothetical.
  • Mathematics is true only as an axiom system.
  •  Ultimate knowledge is based on faith.
  • Man has no choice but to seek God or reject Him.
  • With faith, one can provide "proofs" of the Christian religion.

Jumat, 23 Maret 2012

Biografi Phytagoras

     
      Pythagoras adalah salah satu tokoh matematika yang mengembangkan teori-teori dasar matematika. Salah satu buah pemikirannya yang cukup dikenal bahkan oleh anak-anak usia sekolah adalah “teorema Pythagoras”. Teorema ini membicarakan mengenai hubungan antar panjang sisi pada segitiga siku-siku, yaitu bahwa “kuadrat panjang hipotenusa (sisi terpanjang) pada segitiga siku-siku sama dengan jumlah dari kuadrat dua sisi yang lain”. Teorema ini menjadi landasan dalam perhitungan mencari panjang sisi bangun datar sisi lurus dengan bantuan segitiga siku-siku. Karena merupakan teorema dasar dalam matematika maka teorema ini telah diperkenalkan kepada siswa sejak sekolah dasar.

Biografi Pythagoras

    Pythagoras menghabiskan masa kanak-kanaknya di daerah Samos bersama kedua orang tuanya. Pythagoras beruntung dapat memperolah pendidikan dengan baik. Paling tidak terdapat tiga filsuf yang paling berpengaruh terhadap Pythagoras muda, yaitu : Pherekydes yang digambarkan sebagai guru dari Pythagoras, kemudian Thales, dalam Iamblichus, Life of Pythagoras (translated into English by T Taylor) (London, 1818) disebutkan bahwa saat belajar di bawah bimbingan Thales, Pyhtagoras tengah berusia antara 18 s.d 20 tahunan. Thales sangat mempengaruhi minat Pythagoras dalam bidang matematika dan astronomi. Beliau menyarankan Pythagoras untuk pergi ke Mesir untuk mempelajari lebih lanjut bidang ini. Dan yang terakhir adalah Anaximander, beliau ini adalah murid dari Thales sekaligus menjadi guru dari Pythagoras. Ide-ide tentang geometri dan kosmologi dari Anaximander sangat mempengaruhi pandangan Pythagoras.

Sekitar tahun 535 SM, Pythagoras pergi ke Mesir. Di sana ia mengunjungi banyak kuil dan berdiskusi dengan para imam di kuil tersebut. Pada tahun 525 SM, Chambyses II, raja Persia menyerang Mesir, Mesir jatuh ketangan Persia. Banyak tokoh dijadikan tawanan, termasuk Pythagoras. Ia ditawan dan dibawa ke Babilonia. Sekitar tahun 520 SM Pythagoras mendapatkan kebebasannya dan kembali ke Samos. Sekembalinya di Samos, Pythagoras sempat mempelajari ilmu hukum di Kreta (Crete), dan mendirikan sebuah sekolah yang diberinya nama “Semicircle” (setengah lingkaran). Pada tahun 518 SM, Ia meninggalkan Samos dan pergi ke Italia Selatan. Pythagoras mendirikan sekolah filosofi dan sekolah agama di Croton (sebelah tenggara Italia). Disini Pythagoras mengajar sendiri dan menjalankan aturan dengan ketat. Pythagoras mengajarkan keyakinan :

  • bahwa pada tingkatan paling dalam, realitas adalah matematika alami (natural)
  • bahwa filosofi dapat dipergunakan untuk pemurnian spiritual.
  • bahwa jiwa dapat bangkit (rise) untuk bersatu dengan Tuhannya.
  • bahwa simbol-simbol tertentu mempunyai makna mistis.
  • bahwa semua yang mempunyai hubungan saudara saling menjaga kerahasiaan dan kesetiaan.
Untuk melihat pengaplikasian rumus phytagoras yang menjadi teorema fenomenal dari orang tersebut, anda dapat melihatnya dalam postingan ini Teorema Phytagoras Sederhana.

Oke, cukup sekian postingan kali ini semoga para viewer sekalian dapat mengerti mengenai proses penghitungan sisi-sisi pada segitiga siku-siku. Kalau ada yang kurang mengerti mengenai penjelasan sederhana mengenai phytagoras tersebut silahakan postkan komentar anda.
Last but not least
Thank's for visiting Rahayu's blog
hope you like it.